Posts Feed
Comments Feed

Archive for the 'budaya Dayak' Category

Jangan Makan “Kalong”.(Politik iklan anti–kebudayaan Dayak)

Tentunya pembaca pernah mendengar iklan dari sebuah radio komunitas di Palangka Raya yang intinya jangan memakan kalong atau dalam bahasa Dayak “bengamat”. Hewan jenis imi termasuk makanan yang sangat digemari, terlebih dari saudara-saudara saya yang dari suku Dayak Maanyan. Saya semakin terkejut sewaktu mendengar lagi program dari radio ini dalam acara Selamat Pagi Kalimantan yang pada intinya mendengarkan pendapat dari masyarakat tentang kalong atau bengamat. Acara ini tersebut dibawakan oleh seorang pria dengan logat bahasa Indonesia dalam versi menara effel. Begitu gencar iklan dan opini ini disampaikan ke masyarakat agar tidak memakan hewan ini karena mengandung banyak penyakit. Sebuah pertanyaan dalam benak saya, apakah pesan-pesan ini adalah sebuah politik dari anti kebudayaan Dayak dalam kasus ini adalah makanan yang selama ini diminati orang Dayak. Benarkan kalong membawa penyakit. Benarkan kalong bisa membawa kematian, secara empiris dimana data-data tersebut. Saya mencoba mengkritisi iklan ini dari sisi indetitas Dayak dan komunikasi massa

 

Makan kalong dapat membawa penyakit.

Memakan kalong bisa membawa atau terinfeksi penyakit seperti virus, hepatitis, rabies dan banyak peyakit lain yang dibawa oleh hewan yang bernama bengamat ini. Sebuah fakta dari sudut medis, jika virus dipanas sampai 1000 Derajat Celcius, maka virus tersebut akan mati. Begitu juga penyebab hepatitis, Hepatitis biasanya terjadi karena virus terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan. Seperti hal kasus flu burung pada unggas, virus tersebut akan mati jika dipanaskan. Penyakit rabies merupakan pesan yang sering muncul dalam pesan iklan ini, mungkin kita bermain data kualitatif sampai sekarang dimana saja kasus di Kalimantan Tengah seseorang mati karena rabies oleh digigit kalong atau bengamat, jika ada memang bukti selain di gigit anjing, kera sebagai pembawa rabies terbanyak di Kalimantan Tengah bisa dibuktikan. Semua jenis virus akan mati jika dibakar atau dimasak dalam temperatur tinggi. Jangan jauh-jauh, ikan yang mentah/kurang masak, dapat menyebarkan virus dalam tubuh jika kita makan. Dengan demikian pesan iklan dari makan kalong adalah penyesatan publik. Dari sudut identitas Dayak adalah penhancuran Budaya Dayak dalam hal ini makanan yang memang kami miliki dan identitas kami selama ini sebagai orang Dayak. Seseorang dari luar dan bekerja di Kalimantan Tengah membawa pesan kebudayaan serta ideolognya sendiri mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsi orang Dayak adalah makanan yang ber-rabies, ber-penyakit, ber-hepatitis.

 

Identitas Dayak dari Makanan.

Identitas Dayak bukan sempit selalu masalah kesenian, Bahasa, desain arsitektur, tanah gambut dan keragaman vegetasinya, pengobatan. Salah satu yang dimiliki oleh Suku Dayak adalah makanan. Pemimpin kami yang bersuku Dayak sangat menyukai juhu rimbang, lauk patin, lauk papuyu, juhu taya dan banyak lagi jenis makanan yang diolah dari alam kalimantan. Kami juga pernah makan donat (makanan khas Negara Belanda), fizza (makanan khas Negara mexico), makanan jepang di campur dengan sake. Dan jenis-jenis makan yang dari kebudayaan belahan dunia lain. Begitu juga di manado, mereka memakan tikus hutan yang dibikin masakan pedas. Semua adalah identitas makanan yang di miliki suku-suku. Begitu juga kalong/bengamat. Makanan ini dimiliki oleh orang Dayak, diolah dan dimasak dengan benar maka menghasilkan makanan yang sangat lezat. Jika iklan radio yang isinya jangan memakan kalong sama saja dengan menghilangkan salah satu makanan yang selama ini dimakan oleh orang Dayak dengan dalih bahwa hewan tersebut mulai punah dan mengandung penyakit. Sama saja iklan yang dibuat dari kepala orang luar untuk penghancuran identitas dari sisi makanan yang selama ini kami miliki. Apakah dengan memakan kalong/bengamat menjadi jijik dan mengatakan dengan tegas bahwa identitas kami adalah sangat menjijikan.

 

Dari opini singkat ini, tentunya mempertanyakan kembali iklan dan acara yang isinya melarang memakan kalong disebuah radio swasta. Saya rasa KPID (komisi penyiaran Indonesia Daerah) Kalimantan Tengah bisa melakukan uji coba material terhadap efek kebudayaan, sosial, dan kesehatan dari berbagai sisi, jangan sampai dampaknya melahirkan politik iklan anti kebudayaan Dayak dan penghilangan identitas makanan Dayak secara signifikan. Jika memang menyinggung tentunya KPID berhak menhentikan acara dan iklan yang keidentitasan kebudayaan Dayak yang kami miliki selama ini.

 

 

Comments Off

Menjaga Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Suku Dayak

Suku Dayak menyimpan berjuta-juta kekayaan di dimensi intelektualnya. salah satu hasil olah intelektual adalah tarian, masakan, benda-benda seni, lagu, bahasa sampai kepada sumber daya yang terdapat di lingkungan hidupnya. baru-baru lagu rasa sayange milik orang maluku di dibajak oleh malaysia. agak kebakaran jenggot juga dengan masalah ini karena lagu tersebut dikategorikan tidak ada pencipta alias no-name. Continue Reading »

4 Comments »

MEMPERBINCANGKAN NASIB PELADANG

MEMPERBINCANGKAN NASIB PELADANG

DI TENGAH PELARANGAN MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN

Oleh : Elisae Sumandie


Menjelang musim kemarau, para pejabat seakan berlomba memberikan himbauan baik melalui media masa, spanduk, selebaran tentang kebakaran hutan. Wajar jika kita menilik pengalaman beberapa tahun terakhi

Continue Reading »

No Comments »

Gelar Bangsawan Dayak

Tumenggung adalah gelar bagi Kepala Daerah (Kepala Distrik) di Jawa dan Kalimantan. Seorang Tumenggung seringkali juga merupakan seorang Kepala Suku di wilayahnya yang biasanya merupakan suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan gelar Kiai Tumenggung. Seorang bangsawan seringkali juga menjabat sebagai kepala daerah sehingga namanya menjadi Raden Tumenggung atau Pangeran Tumenggung. Sampai sekarang gelar Tumenggung masih dipakai sebagai gelar Kepala Suku Dayak di Kalimantan Tengah, yang membawahi beberapa Demang Kepala Adat (kademangan).

Beberapa tokoh yang memakai gelar Tumenggung :

Kiai adalah gelar bagi Kepala distrik, bukan ulama. Di Jawa disebut wedana, gelar ini berasal dari nama jabatan menteri Kerajaan Banjar. Pemerintah Hindia Belanda mengalihkan nama ini untuk nama jabatan kepala distrik untuk wilayah Kalimantan.

Misalnya, Kiai Masdhulhak, seorang kiai yang meninggal dalam pemeberontakan Hariang, Banua Lawas, Tabalong, tahun 1937.

 

Gelar ini semua adalah ciptaan belanda, dengan maksud sebagai perpanjangan pemerintahan adat dengan pemerintahan kolonial belanda. Pemerintahan adat ini tidak diwariskan seperti demang, dambung, temanggung. Jadi Gelar tersebut diciptakan oleh belanda sebagai balas jasa dari upeti yang mereka berikan kepada 2 penguasaan yang saling berganti. pertama kepada kesultanan banjarmasin kemudian kepada pemerintahan Belanda.

2 Comments »

Kapan orang Dayak Kenal PADI

sebuah pertanyaan, kapan ya orang dayak kenal dengan tanaman padi?. dari studi beberapa litelatur sejarah. pada mulanya orang dayak adalah suku peramu hutan dan pemburu. dari sebuah sampel penelitian mengenai kekayaan alam dan makanan yang diterbtikan oleh dayakology Kalimantan Barat, terdapat banyak jenis buah-buahan, umbi-umbian yang dikonsumsi oleh masyarakat Dayak. itu baru sebuah sampel kecil dari kecamatan. bayangkan saja jika satu pulau kalimantan, tentunya banyak sekali jenis tanaman dan buah-buahan yang dapat dikonsumsi. masyarakat Dayak meramu dan berburu hasil hutan tersebut untuk kehidupannya.

padi masuk.
tanaman padi dikenal oleh orang dayak sewaktu jaman Majapahit. Majapahit membawa benih-benih padi-padi tersebut untuk bisa ditanam di tanah kalimantan, bukti lain adalah penanggalan majapahit masih dipakai di derah dayak kadorih untuk penanggalan proses berladang.

1 Comment »

Hausmann baboe

Bagi anak-anak muda palangka raya, hausmann baboe tidak lebih dari sebuah nama jalan. bahkan tidak sedikit anak-anak muda Dayak yang tahu lokal sejarahnya sendiri. Ditengah arus sejarah jawasentris dan sejarah para bandit-bandit politik yang digunakan untuk kepentingan politik tertentu. Hausmann baboe adalah seorang tokoh yang di bunuh oleh sejarah bangsanya sendiri.

Hausmann baboe lahir di kampung yang bernama hampatong didaerah kuala kapuas bernama kampung hampatong adalah penghasil orang - orang dayak yang terdidik saat itu. hausmann baboe adalah seorang cucu dari temanggung terkenal pendiri kampung hampatong yaitu temanggung ambo jayanegara. Dalam kariernya Hausmann baboe adalah kepala distrik di kuala kapuas setelah Tamanggung dese.

Pakat dayak dan serekat dayak.
Peran hausmann baboe dalam mencerdaskan bangsa dayak tercatat dalam sejarah. tahun 1922 hausmann baboe mendirikan pakat dayak yang memiliki arti dalam bahasa dayak ngaju yaitu “kerja-sama”. organisasi ini dibentuk di banjarmasin sebagai sentral politik saat itu. Sebelum menjadi pakat dayak terlebih dahulu bernama sarekat dayak. Tujuan organisasi nasionalis ini dibentuk agar bangsa dayak bisa maju seperti suku bangsa lainnya di bumi nusantara saat itu. hausmann baboe berperan dalam memajukan pendidikan di tanah dayak dengan cara membuat sebuah sekolah bagi anak-anak dayak. dari hasil sekolah tersebut menghasil petinggi-petinggi dayak yang akan memimpin kalimantan tengah kelak setelah terpisah dari kalimantan selatan. Sekolah dayak didirikan di kampung hampatong dengan nama Holanddsche Dajak school (HDS).

dibunuh jepang dan dihianati.
hausmann baboe dalam kiprahnya di dunia politik saat itu sangat dipengaruhi oleh faham nasionalisme. namun situsasi global terjadi invasi kedatangan jepang ke kalimantan, membuat situasi politik menjadi memanas. hausmann baboe pada masa penjajahan jepang di tangkap dan di hukum mati. banyak penghianat saat itu sehingga hausmann baboe menjadi tawanan jepang dan dijatuhi hukuman.

Bagaimana nasib cerita ini
bagi anak - anak dayak, mereka hanya mengenal hausmann baboe hanyalah sebuah jalan, namun tidak pernah terceritakan bagaiaman sejarah politik sosial tokoh ini dalam membangun ideologi bagi bangsa dayak. menyedihkan tokoh pergerakan rakyat dayak yang terlupakan oleh arus zaman

No Comments »

Sejarah Pendirian KALTENG versi siapa yang benar ?

Saya sedikit terkutik dengan tulisan Bapak Yansen Lambung  (situs Kaltengpos 22 Mei 2007) dan maaf tidak menuliskan gelar anda, Perhatian saya terfokus pada apa sebenarnya yang terjadi pada masa itu di Banjarmasin sebagai jantung pergulatan sosial politik dari pendirian Propinsi Kalimantan Tengah yang sekarang sudah berusia 50 Th. Sebagai orang muda Dayak Ngaju, tentunya saya bertanya-tanya dan mencari tahu kebenaran sejarah lokal yang sebenarnya. Jangan sampai kebenaran sejarah yang ditulis ini menyesatkan. Rasa penasaran saya muncul, saya mulai mencari tahu dari studi pustaka dari beberapa buku yang saya miliki diperpustakaan pribadi. buku yang saya temukan adalah buku yang di tulis kelompok Jogjakarta dengan judul “Pergulatan identitas Dayak dan Indonesia belajar dari Tjilik Riwut” dengan Buku yang ditulis kelompok APP GMTPS KALTENG dengan judul “Sejarah Perjuangan Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah 1953 – 1957”.  Kedua buku ini masing-masing memiliki fakta yang berbeda dalam hal pengagasan dan pengambilan peran sebagai konseptor pendirian KALTENG.  Di pihak lain buku GMTPS diceritakan kelompok PPHRKT (Panitia Penyaluran Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah) menyampai resolusi yang menuntut Pemerintah Pusat agar segera di bentuk provinsi Kalimantan Tengah. sedangkan dalam  buku pembanding ditulis diwakilkan oleh perorangan upaya mendesak pusat untuk membentuk propinsi otonom yang nantinya bernama Kalimantan Tengah.  faktor pembeda adalah tanggal namun maknanya dan isinya sama serta ditujukan kepada anggota DPR RIS yaitu R Cyrilus Kertanegara. Seorang tokoh bernama Sahari Andung tidak pernah diceritakan perannya dalam buku sejarah berdirinya kalteng. Awal mula ide pendirian propinsi kalteng dari desa Tangkahen ini dan ini hanya terekam dengan baik pada buku terbitan APP-GMTPS serta buku Sejarah pembentukan DPRD PROV kalteng. Nama organisasi saat itu adalah Serikat kaharingan Dayak Indonesia (SKDI) Kemudian dilanjutkan dengan berdirinya Ikatan Keluarga Dayak (IKAD)

 

Dalam hal penamaan kota Palangka Raya sangat mengelitik saling ungkap fakta yang berbeda.  Tokoh yang muncul pada buku yang berbeda adalah saling pengakuan sebagai konseptor/pengagas dari nama Palangka Raya. Yang muncul dalam buku adalah yang mewakili sebagai Kelompok dan yang mewakili sebagai diri sendiri alias perorangan. Kenapa ada perbedaan fakta sejarah. Bisakan dijelaskan fakta ini sejujur-jujurnya?.  Dalam hal ini kelompok kerja sebagai panitia perumus nama Palangka raya diketua oleh Mahir Mahar dan anggota adalah Tjilik Riwut, G. Obos, E Kamis, C Mihing, DAW Van der Pijl. sedangkan di buku lain ditulis sebagai perorangan yang mengakui sebagai pengagas nama Palangka Raya.  Sekali lagi yang mana yang benar dalam mengungkapkan fakta?. adakah indikasi sejarah sengaja dibelokkan untuk pengagungan nama seseorang.  

 

Cerita terakhir episode ini adalah pendapat anak muda tentang buku yang ditulis oleh kelompok Jogjakarta. Saya sedikit senyum bagaimana mereka menceritakan siapa tokoh yang berperan dalam pendirian Kalimantan Tengah. Di tengah miskinnya data dan fakta dan hanya dari informasi searah saja. Generasi muda memaksakan diri untuk bercerita tentang sosok yang ditulis. Maksudnya tentunya supaya namanya di abadikan dalam buku hehehehehe mendompleng terkenal nih ceritanya. Sedangkan buku kelompok APP- GMTPS ditulis agar generasi muda tahu sebenarnya apa yang terjadi dalam sejarah berdirinya Kalimantan Tengah dengan elemen komunitas suku Dayak yang bersama-sama memwujudkan supaya Kalimantan Tengah bisa terwujud. Sejarah sangat bergantung dengan siapa pawang untuk memainkannya.  Ini hanyalah tulisan pengantar untuk bertanya,  supaya tidak tersesat dimasa akan datang.  Kapan kami mendapatkan cerita tentang tokoh yang benar bukan pada mengkultuskan individu. Akankah tokoh-tokoh lain dalam pembentukan Kalimantan Tengah di bunuh secara historis sehingga tidak banyak dibicarakan dalam setiap proses perjalanan sejarah daerahnya.

2 Comments »

Dayak Kalbar

dayak1.jpg

Pesta adat Gawai Dayak Kalimantan Barat.

No Comments »