Posts Feed
Comments Feed

Archive for March, 2008

Kisah tragis Diskualifikasi Lomba Desain Web

LKS (Lomba Kompetensi Siswa) khusus anak SMK yang dilaksanakan di Palangka Raya, hari pertama test tertulis dan hari kedua test skill programming dan Desain Web. 3 Juri (saya sendiri, Mujie, dan didik) masing-masing memiliki kemampuan dan pengalaman berbeda dalam menilai pekerjaan siswa-siswa SMK.

Pada hasil lomba di kumpul, salah satu SMK cukup pandai desain web dengan mengunakan flash, dan web tersebut sangat lengkap asesorisnya, penilaian juri mengacu pada lomba adalah orgininal, code style, layout. Salah satu dari peserta lomba kedapatan membuat code style bukan miliknya, ini sebuah pelajaran jika code style bukan hasil pemikiran sendiri. coding tersebut mengunakan style PHP yang lumayan canggih. sementara yang lain mengunakan HTML, kecuriga juri bertambah lagi setelah melakukan cek tanggal pada file - file pendukung PHP, dan ternyata tgl yang dibuat adalah sebelum lomba itu dibuat. Wah menurut juri ini diskulifikasi, tidak adil, curang. Siswa SMK yang lain mengunakan tanggal coding saat itu. Menarik untuk di ingat bahwa, lomba faktor original itu menjadi keunggulan sebuah desain web agar bisa menang di kompetisi nasional.

Comments Off

Project Re-mastering Debian

Membuat project Re-mastering linux dari nol pekerjaan mahasiswa yg mengambil mata kuliah sistem operasi berbasis Open Source.  (Term open source artinya terbuka, bisa di edit tapi tidak mengubah nama pembuat awalnya bisa melanggar hak cipta /GNU). re-mastering linux ini dinamankan dengan  betang  linux . Mahasiswa  yang bermata kuliah sistem  operasi  sekarang tahap belajar instalasi  sebagai dasar prilaku pengenalan sistem.

Comments Off

Tinggal ambil Saja “code”nya

Internet melahirkan semua informasi sampah, termasuk code- code program dan tinggal compile ulang. hal seperti ini gampang ditemukan seperti kita mendownload film porno saja. Dengan alasan belajar.  Kemampuan menulis code-code tentunya ada 2 hal bakat sendiri atau melihat code ulang. yang salah adalah melihat code ulang dan compile ulang. Membuat antivirus tentunya ada dasar pemikiran sebagai landasan.  sekarang gampang saja tinggal ambil code saja atau baca di buku disebut sebagai belajar. belajar boleh saja tapi mengambil code orang lain menjadi lain masalah. ini sering saya temui dengan mahasiswa tugas akhir yang MALAS ataupun anak-anak SMU di palangka raya. Dari sisi positif ok saja. namun dari sisi lain mengambil code orang lain seluruhnya. apakah pembuat antivirus SMADV ini mengerti arti object. I/O atau virus “contekan” itu mengerti arti hukum telematika yang kapan saja bisa di gugat orang jika mengaku-gaku pembuat code. teknologi antivirus yang di buat dengan visual basic banyak di terdapat di internet tinggal google saja sudah beres. yang kita inginkan bukan hal itu. bikin program gampang. segampang mengcopy paste code-code programnnya.

Saya tidak pernah mengaku pembuat smaDAV.  dengan visual basic lagi, sebenarnya pembuat tidak mengerti kalau virus bekerja di tatanan sistem , jika sistem macet makan antivirus tidak berguna sama sekali. karena terjadi interupsi terhadap sistem operasi.  Sebenarnya ada yang lebih berguna adalah membangun sistem yang berguna. ok lah sebagai tahap awal belajar tapi mengaku sana sini membuat, jika di analisi algolritmanya maka akan kelihatan skill dan poerty of code dari pembuatnya. Ada ilmunya untuk audit sebuah program, walaupun hanya di ubah namanya saja, kerangka berpikir lalu tata cara penulisan program terlihat.  yang namanya belajar tidak mulai dari bikin program setingkat antivirus, tapi dari tahap-tahap awal. ini sudah salah, lihat code orang dan compile, seperti halnya nyontek waktu di sekolah sama saja dengan mencuri.

No Comments »