Begitu Kepala Pusat Komputer menelpon kalau internet DOWN. begitu bergegasannya diriku mandi dan segera berangkat ke kantor untuk membenahi semua sistem. adalah tanggung jawabku sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi untuk mengantur semua sistem interconnection network berjalan dengan baik.
Universitas Palangka Raya, baru berkembang dalam hal ICT. dengan dimenangkannya hibah K2 untuk bidang Teknologi Informasi kebetulan yang menjadi komandan adalah diriku sendiri. program tersebut kami belikan peralatan teleconference, Fiber Optik dan Wireless 2.4 Ghz. Dengan kondisi bandwidth INHERENT 2 Mega, TELKOM 512 Kbps serta JARDIKNAS 512 Kbps. dengan fasilitas email untuk staf dan mahasiswa dengan domain upr.ac.id yang berada di lokasi PUSKOM.
Kembali ke listrik. wah benda ini sangat menjadi kebutuhan di dunia moderen seperti ini. mau tidak mau harus gunakan listrik. listrik padam mengejutkan membuat peralatan sistem menjadi terganggu. entah apa dalam benak perusahaan layanan pemerintah ini. kalau ditanya adakah asuransi bagi peralatan ini. kalau rusak ya rusak deh. enak banget ya. kaya duit enak di cari. Dari Laporan media, katanya PLN merugi terus. lah wong korupsi di tubuh organisasi ini tidak diselesaikan. sudah didepan mata kok. masih lolos kan.
Akibat listrik padam, router menjadi tidak mau jalan, proxy server ngadat. dan semua sistem terhenti. listrik membuat kita tergantung sekali seperti narkoba. sengaja diciptakan oleh pasar agar terus dan terus tergantung dan akhirnya tidak bisa hidup tanpa listrik. 4 Jam sistem koneksi terganggu semuanya. Belum lagi sistem backbone nasional yang ada di kantor rektorat kalau padam akan membuat teman-teman di pontianak terganggu. link sistem pontianak harus melewati Palangka Raya untuk jalur tercepat ke backbone di Jawa.
Pertanyaan tetap apakah PLN mau nanggung kalau peralatan ini rusak. hehehehe saya tertawa saja. wong rugi disuruh menganti.