Posts Feed
Comments Feed

Archive for August, 2007

Aksi Kalimantan dan Nagabonar Jadi 2 Tampil di Praha

London (ANTARA News) – Film produksi bersama Indonesia dan Cekoslawakia yang berjudul “Aksi Kalimantan” dan film “Nagabonar Jadi 2″ yang dibintangi Deddy Mizwar menjadi tontonan yang menarik dalam rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan RI di Praha, Ceko. Continue Reading »

1 Comment »

MEMPERBINCANGKAN NASIB PELADANG

MEMPERBINCANGKAN NASIB PELADANG

DI TENGAH PELARANGAN MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN

Oleh : Elisae Sumandie


Menjelang musim kemarau, para pejabat seakan berlomba memberikan himbauan baik melalui media masa, spanduk, selebaran tentang kebakaran hutan. Wajar jika kita menilik pengalaman beberapa tahun terakhi

Continue Reading »

No Comments »

Gelar Bangsawan Dayak

Tumenggung adalah gelar bagi Kepala Daerah (Kepala Distrik) di Jawa dan Kalimantan. Seorang Tumenggung seringkali juga merupakan seorang Kepala Suku di wilayahnya yang biasanya merupakan suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan gelar Kiai Tumenggung. Seorang bangsawan seringkali juga menjabat sebagai kepala daerah sehingga namanya menjadi Raden Tumenggung atau Pangeran Tumenggung. Sampai sekarang gelar Tumenggung masih dipakai sebagai gelar Kepala Suku Dayak di Kalimantan Tengah, yang membawahi beberapa Demang Kepala Adat (kademangan).

Beberapa tokoh yang memakai gelar Tumenggung :

Kiai adalah gelar bagi Kepala distrik, bukan ulama. Di Jawa disebut wedana, gelar ini berasal dari nama jabatan menteri Kerajaan Banjar. Pemerintah Hindia Belanda mengalihkan nama ini untuk nama jabatan kepala distrik untuk wilayah Kalimantan.

Misalnya, Kiai Masdhulhak, seorang kiai yang meninggal dalam pemeberontakan Hariang, Banua Lawas, Tabalong, tahun 1937.

 

Gelar ini semua adalah ciptaan belanda, dengan maksud sebagai perpanjangan pemerintahan adat dengan pemerintahan kolonial belanda. Pemerintahan adat ini tidak diwariskan seperti demang, dambung, temanggung. Jadi Gelar tersebut diciptakan oleh belanda sebagai balas jasa dari upeti yang mereka berikan kepada 2 penguasaan yang saling berganti. pertama kepada kesultanan banjarmasin kemudian kepada pemerintahan Belanda.

2 Comments »

Nasionalisme Indonesia Dari Tanah Dayak

Yang terlupakan dalam perjuangan bangsa ini adalah melihat nasionalisme yang tumbuh diluar tanah jawa, yaitu nasionalisme yang tumbuh ditanah Dayak. topik ini tersendiri dalam episode-episode dari zaman bergerak sejarah Indonesia.

Continue Reading »

8 Comments »

Kelas Berjalan diatas AIR

Kalimantan Tengah terkenal dengan banyak sungai. kondisi geografi yang hampir seluruh penduduknya tinggal ditepian sungai. Daerah Aliran Sungai (DAS) yang baru-baru ini diresmikan oleh Gubernur Kalteng di daerah Kuala kapuas yang akan menjangkau daerah mantangai yang merupakan aliran sungai kapuas morong. Ide sederhana KAPAL kelas ini untuk menjangkau kampung-kampung yang tepian sungai agar dapat menetaskan kebutaan aksara. saya belum mendapatkan data mengenai jumlah buta aksara di kalteng karena dari beberapa informasi misalnya dari statistik juga masih diragukan kebenarannya. Terakhir saya melakukan field research kedaerah sungai kapuas hulu, masuk kepedalaman hutan sekitar 50 KM daerah sangat penambang emas. terdapat 5 KK yang dari kakek sampai cucu buta secara aksara. saya berkesimpulan mereka tidak bodoh, cuma secara teknis mereka tidak mengerti apa iti huruf. mereka sangat mengerti tanda-tanda alam dan buah-buah hutan menarik sekali jika kita selidiki. bukti terakhir mereka dayak ot-danum dengan dialek yang hampir punah. mereka hanya bisa mengerti beberapa kata saja. pengaruh ini salah satunya interdominsasi bahasa banjar dalam pergaulan sesama penambang emas. Continue Reading »

No Comments »

Mencari format pendidikan teknologi Informasi bagi orang daerah

membicarakan format ICT (information technology and Technology) bagi orang-orang daerah tentunya punya warna yang berbeda. kadang-kadang lucu jika seseorang menenteng komputer laptop sudah dikatakan berbasis IT. Continue Reading »

No Comments »

Anak Dayak di tengah pendidikan globalisasi informasi

pendidikan bagi anak dayak sangat dibutuhkan masa sekarang. terlebih pendidikan moderen dengan gaya barat yang mencerabut sistem pendidikan tradisional masyarakat dayak. pendidikan moderen selalu berkiblat kepada sistem pemanfaatan sumber daya alam yang diikuti dengan sistem kapitalis produksi. bagi orang kota, memandang anak - anak dayak pedalaman sangatlah kuno dan tertinggal. ah masa ya. anak kota kenal dengan mall, computer dan barang-barang elektronik lainnya membuat mereka manja. sementara sewaktu listrik saja padam, binggung kalang kabut. anak-anak dayak juga sudah termakan arus globalisasi dari televisi. mereka mulai bergaya alat anak-anak kota. menarik sekali untuk kita analisis, anak-anak pedalaman yang hidup dengan alam, sungai dan lingkungan natural. anak-anak dayak sangat kenal betul dengan kurikulum non tertulis dari tradisi tradis

No Comments »