Posts Feed
Comments Feed

Archive for May, 2007

Sejarah Pendirian KALTENG versi siapa yang benar ?

Saya sedikit terkutik dengan tulisan Bapak Yansen Lambung  (situs Kaltengpos 22 Mei 2007) dan maaf tidak menuliskan gelar anda, Perhatian saya terfokus pada apa sebenarnya yang terjadi pada masa itu di Banjarmasin sebagai jantung pergulatan sosial politik dari pendirian Propinsi Kalimantan Tengah yang sekarang sudah berusia 50 Th. Sebagai orang muda Dayak Ngaju, tentunya saya bertanya-tanya dan mencari tahu kebenaran sejarah lokal yang sebenarnya. Jangan sampai kebenaran sejarah yang ditulis ini menyesatkan. Rasa penasaran saya muncul, saya mulai mencari tahu dari studi pustaka dari beberapa buku yang saya miliki diperpustakaan pribadi. buku yang saya temukan adalah buku yang di tulis kelompok Jogjakarta dengan judul “Pergulatan identitas Dayak dan Indonesia belajar dari Tjilik Riwut” dengan Buku yang ditulis kelompok APP GMTPS KALTENG dengan judul “Sejarah Perjuangan Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah 1953 – 1957”.  Kedua buku ini masing-masing memiliki fakta yang berbeda dalam hal pengagasan dan pengambilan peran sebagai konseptor pendirian KALTENG.  Di pihak lain buku GMTPS diceritakan kelompok PPHRKT (Panitia Penyaluran Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah) menyampai resolusi yang menuntut Pemerintah Pusat agar segera di bentuk provinsi Kalimantan Tengah. sedangkan dalam  buku pembanding ditulis diwakilkan oleh perorangan upaya mendesak pusat untuk membentuk propinsi otonom yang nantinya bernama Kalimantan Tengah.  faktor pembeda adalah tanggal namun maknanya dan isinya sama serta ditujukan kepada anggota DPR RIS yaitu R Cyrilus Kertanegara. Seorang tokoh bernama Sahari Andung tidak pernah diceritakan perannya dalam buku sejarah berdirinya kalteng. Awal mula ide pendirian propinsi kalteng dari desa Tangkahen ini dan ini hanya terekam dengan baik pada buku terbitan APP-GMTPS serta buku Sejarah pembentukan DPRD PROV kalteng. Nama organisasi saat itu adalah Serikat kaharingan Dayak Indonesia (SKDI) Kemudian dilanjutkan dengan berdirinya Ikatan Keluarga Dayak (IKAD)

 

Dalam hal penamaan kota Palangka Raya sangat mengelitik saling ungkap fakta yang berbeda.  Tokoh yang muncul pada buku yang berbeda adalah saling pengakuan sebagai konseptor/pengagas dari nama Palangka Raya. Yang muncul dalam buku adalah yang mewakili sebagai Kelompok dan yang mewakili sebagai diri sendiri alias perorangan. Kenapa ada perbedaan fakta sejarah. Bisakan dijelaskan fakta ini sejujur-jujurnya?.  Dalam hal ini kelompok kerja sebagai panitia perumus nama Palangka raya diketua oleh Mahir Mahar dan anggota adalah Tjilik Riwut, G. Obos, E Kamis, C Mihing, DAW Van der Pijl. sedangkan di buku lain ditulis sebagai perorangan yang mengakui sebagai pengagas nama Palangka Raya.  Sekali lagi yang mana yang benar dalam mengungkapkan fakta?. adakah indikasi sejarah sengaja dibelokkan untuk pengagungan nama seseorang.  

 

Cerita terakhir episode ini adalah pendapat anak muda tentang buku yang ditulis oleh kelompok Jogjakarta. Saya sedikit senyum bagaimana mereka menceritakan siapa tokoh yang berperan dalam pendirian Kalimantan Tengah. Di tengah miskinnya data dan fakta dan hanya dari informasi searah saja. Generasi muda memaksakan diri untuk bercerita tentang sosok yang ditulis. Maksudnya tentunya supaya namanya di abadikan dalam buku hehehehehe mendompleng terkenal nih ceritanya. Sedangkan buku kelompok APP- GMTPS ditulis agar generasi muda tahu sebenarnya apa yang terjadi dalam sejarah berdirinya Kalimantan Tengah dengan elemen komunitas suku Dayak yang bersama-sama memwujudkan supaya Kalimantan Tengah bisa terwujud. Sejarah sangat bergantung dengan siapa pawang untuk memainkannya.  Ini hanyalah tulisan pengantar untuk bertanya,  supaya tidak tersesat dimasa akan datang.  Kapan kami mendapatkan cerita tentang tokoh yang benar bukan pada mengkultuskan individu. Akankah tokoh-tokoh lain dalam pembentukan Kalimantan Tengah di bunuh secara historis sehingga tidak banyak dibicarakan dalam setiap proses perjalanan sejarah daerahnya.

2 Comments »