Posts Feed
Comments Feed

Archive for April, 2007

MOS/OSPEK Mendidikkah?

DULU, sewaktu penulis menjadi calon mahasiswa sebuah perguruan tinggi, penulis juga pernah dipelonco. Kala itu namanya OSPEK (orientasi pengenalan kampus). Sedangkan di tingkat SMA disebut MOS. Kondisi sekarang mungkin berbeda dengan masa - masa penulis dulu. Caci-maki dan kata kotor keluar dari senior. Belum lagi dijemur karena alasan melakukan kesalahan, ditendang atau juga dipukul. Melawan kakak senior di sekolah akan dihukum ramai-ramai. Saat OSPEK, rambut harus gundul dan memakai baju yang sedikit berbeda dengan kebiasaan. Bagaimana sisi psikologi pendidikan melihat fenomena OSPEK dan MOS itu? Saya melihat tidak ada perbedaan dari zaman saya dulu masih sekolah sampai yang diterapkan oleh adik - adik di perguruan tinggi bahkan sekolah menengah saat ini. Sikap arogan bahwa yang junior harus tunduk kepada senior tetap dipelihara. Penciptaan rasa takut dan pembunuhan karakter dengan ucapan “bodoh”, “dungu”, “pengecut” kerap kali dilontarkan.

Para senior berasumsi bahwa senioritas lebih berkuasa dan lebih tahu dalam urusan kampus dan seluruh seluk -beluk sekolah. Karena itu, memberi penghukuman kepada seseorang yang tak memiliki kesalahan, sudah jamak dilakukan. Benarkan ini sebuah bentuk potret salah satu pendidikan dari hasil tradisi kekerasan?

Atau justru itulah potret pendidikan kita, yang suka main hukum tanpa kejelasan, main caci maki, main pukul, dan banyak hal lainnya yang masih sampai sekarang di pertahankan? Sementara institusi pendidikan dan orang tua seolah - olah membolehkan acara tersebut dengan alasan untuk kebaikan pribadi siswa.

Saya coba ajak pembaca berpikir lagi melihat fenomena ini. Apakah betul OSPEK dan MOS itu tempat orientasi pendidikan karakter. Bisakah kita campur tangan dalam hal ini?

Ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kita menciptakan 2 karakter secara sistematis yaitu victim to be killer (korban akan menjadi pembunuh). Karakter pertama mereka akan menjadi korban dengan rasa takut, sedangkan karakter kedua setelah menjadi korban, mereka akan menjadi pembunuh generasi di bawahnya. Mereka akan balas dendam terhadap apa yang pernah dilakukan oleh seniornya. Bukti nyata itu juga berlaku setelah mereka bekerja.

MEMBANGUN MOS / OSPEK

Saya bertanya kepada seorang teman di luar negeri terutama di Universitas Sain Malaysia, apakah ada bentuk peloncoan seperti MOS dan Ospek di negeri mereka? Mereka tersenyum sambil berkata: “Kalian orang Indonesia sibuk dengan urusan seperti itu, kami di Malaysia sudah taraf merubah membangun pemikiran dan bagaimana menciptakan manusia sukses,”

Saya hanya tertawa. Kita memang masih sibuk dengan pendidikan orientasi pembodohan masa-masa di mana Orde Baru berkuasa. Lihat saja, baris berbaris, dijemur, dicaci maki, hormat sana hormat sini, harus menerima hukuman tanpa jelas apa kesalahannya, berpakaian bagaikan (maaf) orang gila.

Isi dari acara itu dari tahun ke tahun selalu seperti itu. Konsumsi pengenalan kampus sangat sedikit. Bukti itu akan kelihatan sewaktu mereka mulai masuk kuliah atau sekolah. Rata - rata mereka bingung mengurus bagaimana caranya bertemu dosen pembimbing atau cara belajar yang baik di sekolah. Jadi selama ini masa orientasi apa saja yang diajarkan kepada mereka?

Adakah Solusi yang baik untuk MOS dan OSPEK, bisakah dibuat lebih menarik, mendidik dan membebaskan, adakah isi dari OSPEK dan MOS tersebut berisikan salah satunya pendidikan perubahan mentalitas seperti mentalitas sukses seorang pebisnis? Atau bagaimana menyelesaikan sekolah/kuliah tempat waktu termasuk wawasan wiyata mandala, mengenal program-program sekolah, berbudi pekerti, mengetahui dan mematuhi tata tertib sekolah. Selain itu, juga untuk mengenalkan cara belajar di SMA, ekstrakurikuler, lagu-lagu daerah, dan memperkuat ibadah.

Pertanyaan ini bagi pendidik dan orang tua murid, kenapa MOS dan OSPEK masih dipertahankan untuk program caci maki dan jemur menjemur. Termasuk mempelonco siswa baru. Belum lagi orang tua murid keluar dana untuk membeli peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan tersebut. MOS dan OSPEK akan lebih bermanfaat dengan model pendidikan yang masuk akal serta memanusiakan manusia dengan orientasi pendidikan. Kita memiliki kewajiban moral untuk melihat lagi dari kegiatan MOS dan OSPEK, sejauh mana kegunaan bagi siswa. Jika hanya untuk keperluan caci-maki, jemur menjemur, atau berpakaian yang aneh- aneh serta peloncoan yang tidak bermanfaat seharusnya bisa dihentikan sekarang juga. Namun jika itu bisa memperbaiki budi pekerti siswa, mematuhi tata tertib sekolah dan cara mengenal belajar di sekolah, mari kita pertahankan OSPEK. Tentunya kita akan mendukung generasi ini akan lebih baik dari sebelumnya. (*)

*) Praktisi pendidikan

1 Comment »

gagasan e-gov Kota Palangka Raya

ide memulai e-gov adalah transparansi, efektif, efisien. Dari evaluasi terhadap penerapan e-gov di Palangka Raya melalui pengelolaan web site. menurut saya ada beberapa kesalahan sama yang diterapkan di daerah lain terutama lingkup PEMDA antara lain:

1. Pegawai di tingkat operational diperhadapkan dengan pekerjaan tambahan sebagai web master dan pengolah informasi. ini mengyangkut koordinasi dalam sebuah lembaga.

2. faktor pengelolaan informasi terkait dengan kemampuan menulis informasi serta mengolahkan mencari sebuah laporan sistemik.

3. faktor kritis terhadap informasi apa saja yang ingin publikasikan. faktor ini menentukan tingkat transparansi.

4. Faktor SDM yang difokuskan kepada teknis.

egov.jpg

Gambar diatas MIND MAPPING dalam merencanakan sebuah e-gov serta tahapannya. gagasan ini akan memetakan secara sistemik alokasi manajerial dan operational. arus informasi adalah dari bottom-top.

Salah kaprah pemda jika memiliki web adalah sudah menerapkan e-gov. pengertian ini yang kita luruskan. pemda adalah sebuah lemaga administrasi pelayanan publik baik kedalam maupun ke masyarakat (stakeholder) tentunya Business Processing Re-Enginering (BPR) adalah memotong kegiatan arus kerja yang berbelit-belit. birokrasi diperlukan sebagai kontrol. e-gov di palangkaraya diharafkan memulai pada tahap persiapan yaitu KOORDINASI. koordinasi informasi, lembaga serta arus informasi. dukungan teknologi informasi adalah medium/penyalur koordinasi tersebut agar otomatis, efektif dan efisien.  persiapan selanjutnya adalah INFORMASI, sering kali kantor satu dengan yang lain saling berbenturan kepentingan. koordinasi informasi menyangkut kualitas informasi yang ingin disampaikan kepada Top Manajemen (Walikota) atau Stakeholder (masyarakat).

TI dapat keberja mudah jiha ada koordinasi antar lembaga dan informasi.

No Comments »

Ipv6 DI Pontianak

cimg0038.jpg

IPv6 = Internet Protocol Versi 6. Protocol ini diterapkan di Network INHERENT dengan dukungan peralatan yagn sudah di dukung penerapan IPv6. Keberadaan IPv6 lahir dikarenakan keterbatasan IPv4  yang sudah mulai habis. Penerapan protocol ini di kolaborasi dengan USM (University Sain Malaysia) Prof Dr Budiarto dengan Expert Network U18XP di Seluruh Indonesia.

No Comments »

Pelatihan Mikrotik

cimg0015.jpg

Pelatihan Sertifkasi Keahlian tingkat Mahir standarisasi International Peralatan Router. Bandwidth Management MikrotiK di Jogjakarta. Hasil dari pelatihan tersebut sekarang sudah diterapkan di Network Operation Control (NOC) UNPAR. dengan pembagian beban traffics per fakultas. Selain itu Quality Of Service (QoS) per koneksi terhadap serangan virus dan Worm, Spam bisa di blok di firewall (pembatas akses) sehingga tidak menyebar di network Fiber Optik UNPAR.

5 Comments »

Antena Kaleng 2.4 Ghz

kaleng.jpg

Percobaan antena kaleng di Bundaran besar. Antena yang di coba dari Kaleng Bola Tenis (jangakauan 1 Km) dan Yagi (jangkau 5 Km). Percobaan ini berhasil, saat ini digunakan di Rumah.

panci.jpg

Antena WajanBolic   juga berhasil yang hanya memanfaatkan Wireless USB. namun kelemahannya adalah tidak tahan panas serta kekuatan pada cuaca. Namun hanya untuk radius 1 Km. WajanBolic sangat efektif menekan biaya pembelian peralatan. Harga Wajan di cari dipasar sekitar Rp. 25.000,-. USB Wireless Rp. 100.000

8 Comments »

ronteg1.jpg

Survey Wireless 2.4 Ghz di Bukit Tengkiling. cover area 25 Km. Daya jangkau ini memungkinkan komunikasi Kota Propinsi Kalimantan tengah Terhubung dengan kabupaten di sekitarnya. Link wireless ini juga akan terintegrasi dengan SchoolNet program INHERENT dan JARDIKNAS

No Comments »

Dayak Kalbar

dayak1.jpg

Pesta adat Gawai Dayak Kalimantan Barat.

No Comments »

Selat Sunda

1 Comment »

Selamat Datang

Blogku yang pertama, memuat seluruh aktifitas kerja, pemikiran, ide serta gagasan yang tertuang dalam blog ini. Menulis di media digital adalah salah satu media yang revolusioner sebagai perannya memajukan teknologi informasi di Universitas PalangkaRaya. Blog memberikan kesempatan warga UNPAR mempublikasikan ide maupun gagasan ke dunia internasional.

No Comments »