Posts Feed
Comments Feed

Temanggung Jayakarti

Sutaono. kepala suku Dayak Maanyan dan Dusun yang bermarkas di tamiang Layang adalah salah satu tokok dalam perang barito. Temanggung jayakarti beragama kaharingan berbeda dengan sahabatnya Temanggung Ambo jaya negara yang berubah menjadi kepala suku Dayak ngaju beragama kristen. Dalam perperangan barito temanggung surapati dari suku Dayak siang yang berteman baik dengan kesultanan Banjar berubah menjadi Islam. ketiga tokoh ini pemain penting dalam drama perang barito. Siapa sangka perang Barito yang dasyat bukan dan dilakukan oleh kerajaan Banjar melainkan perperangan antar suku dan komplik sosial, budaya serta akar politiknya.

Sutono digambarkan seorang yang ringkih, dan sakit-sakitan, namun beliau yang memimpin penyerangan ke benteng surapati di hulu sungai barito. Sutaono adalah seorang penerima bintang kesetiaan dari pemerintah Belanda saat itu.  Sayang saya belum mendapatkan fotonya. saat di kontak oleh ahli warisnya foto dalam pakaian kebesaran dan bintang kesetiaan.

Cerita Sutaono adalah bagan dalam sejarah Kalimantan yang hilang  saat ini. Cerita itu hanya tersimpan dalam memori - memori kecil orang - orang di barito.

No Comments »

Pilihlah aku

dapil1.jpg

Comments Off

rahasia sunnah yang tidak sunnah

Menonton TransTV di selah-selah sinetron kesukaanku suami-suami takut istri. pertama-pertama aku menonton acara itu begitu asyik, tapi lama-lama tambah ngawur. acara ini dibawakan oleh seorang bule yang sudah menjadi identitas baru.

ada hal yang menurut saya harus diluruskan dalam hal membandingkan sesuatu dari masa lalu ke masa sekarang, contoh ada sesi acara disorot tentang makanan yaitu makan “cobra “.

pertama.

menurut kitab orang timur tengah entah itu yahudi, islam, maupun kristen. bahwa tidak memperbolehkan memakan sesuatu seperti ular maupun anjing hitam. tentu ini ada alasan. lucunya adalah kalimat terakhir dari acara ini “bahwa jika memakan binatang itu tentunya akan menjadi seperti binatang itu jua”. proses ini saya beri nama label, pelabelan atas yang kita makan menjadi sesuatu yang kita makan. jika makan anjing kita seperti kelakuan anjing, makan cobra seperti cobra, lalu kalau yang halal seperti kambing kita menjadi seperti kambing, kodok seperti kodok, bahkan telor kita seperti telor. hal ini menurut aku tidak proposisi yang disampaikan bule ini. membandingkan halal dan haram menjadi prilaku manusia. orang korupsi apakah dia makan yang halal atau haram. mungkin kita koreksi lagi pelabelan atas makanan.

1. pola makanan atas haram atau halal berdasarkan agama adalah sebuah kewajiban. tapi menyimpulkan kita makan cobra menjadi ganas adalah tindakan menurut saya adalah kesalahan. jika halal adalah makan kambing berarti kita sepeti kambing yang sering jarang mandi.

2. tingkat prilaku seseorang didasari tingkat pendidikan, emosional, dan tingkat pemahaman atas ideologi. maksudnya baik menyampaikan hal tentang makanan agar kita menjaga sesuatu yang masuk dari mulut tidak keluar dari mulut lagi, akan tetapi keluar melalui bawah.

kedua.

acara ini terlalu exploitasi dan komersil. karena mengunakan bule.  bule jadi beragama, pertanyaan saya kerena ditempatnya tidak mendapat pekerjaan yang bagus dan uang yang banyak pergilah ke indonesia dan mengubah identitas. ok lah Tuhan tidak melihat ini, tapi kelihatan sekali kalau ini hanyalah komersialisasi dari acara. orang Indonesia suka jika ada bule masuk sebuah agama besar. tapi ingat bule itu butuh pekerjaan kan. caranya merubah identitas menjadi masyarakat merasa terhanyut dalam mimpi-mimpi sorga.

ketiga.

pendiktean terhadap politik makanan.  makanan haram dan halal menurut versi kitab menjadikan penudingan atas prilaku, jika makan cobra, kambing, jangkrik dan sebagainya adalah proses label lalu kepada proses pendiktean makanan alangkah tidak sebanding. kenapa tidak makan buah-buah atau sayuran saja. karena hewani bisa membangkitkan butir - butir panas dalam darah. seperti apa yang dilakukan oleh agama budha.

rahasia sunnah yang tidak sunnah lagi karena prinsifnya adalah komersialisasi atas agama, labeling atas makanan terhadap kemanusian serta pendikteaan atas kehidupan.

Comments Off

Berjualan tetangga kami

Orang kampung atau orang Dayak sekalipun yang memiliki hewan ini hanya kebagian melihat saja. tidak aneh karena hewan ini banyak berkeliaran di fauna borneo terutama di kalimantan tengah. Pesan di sampai kalau kalawiet harus di kumpulkan karena hewan ayng di lindungi, namun bertolak belakang sewaktu web / situs yang kami temukan adalah menjual informasi dan wisata tentang hewan ini. cek saja disini http://www.kalaweit.org/budget.php.

Jika masyarakat di larang memelihara kalawit atau bekantan ini. apalagi memiliki karena alasan kesehatan. apakah ini mendikte keberadaaan kami di tanah dayak. setelah dikategorikan sehat berbondong orang-orang bule untuk melihat hutan dan satwa yang dilindungi ini, pesan konservasi secara langsung membunuh masyarakat lokal. kalawit bukan milik lembaga donor atau sebangsa yayasan, satwa ini hidup dan ada dengan sendirinya dan dimiliki oleh orang Dayak. jangan-jangan ini ada bisnis dibalik benda yang kalawit. tidak pernah di audit kan yayasan ini. benda-benda seperti darah dan informasi tentang kalawit hilang begitu saja keluar negeri sana. kebagian orang dayak hanya foto bertelanjang dada yang perlu dikasiani. kasihan

Comments Off

Jangan Makan “Kalong”.(Politik iklan anti–kebudayaan Dayak)

Tentunya pembaca pernah mendengar iklan dari sebuah radio komunitas di Palangka Raya yang intinya jangan memakan kalong atau dalam bahasa Dayak “bengamat”. Hewan jenis imi termasuk makanan yang sangat digemari, terlebih dari saudara-saudara saya yang dari suku Dayak Maanyan. Saya semakin terkejut sewaktu mendengar lagi program dari radio ini dalam acara Selamat Pagi Kalimantan yang pada intinya mendengarkan pendapat dari masyarakat tentang kalong atau bengamat. Acara ini tersebut dibawakan oleh seorang pria dengan logat bahasa Indonesia dalam versi menara effel. Begitu gencar iklan dan opini ini disampaikan ke masyarakat agar tidak memakan hewan ini karena mengandung banyak penyakit. Sebuah pertanyaan dalam benak saya, apakah pesan-pesan ini adalah sebuah politik dari anti kebudayaan Dayak dalam kasus ini adalah makanan yang selama ini diminati orang Dayak. Benarkan kalong membawa penyakit. Benarkan kalong bisa membawa kematian, secara empiris dimana data-data tersebut. Saya mencoba mengkritisi iklan ini dari sisi indetitas Dayak dan komunikasi massa

 

Makan kalong dapat membawa penyakit.

Memakan kalong bisa membawa atau terinfeksi penyakit seperti virus, hepatitis, rabies dan banyak peyakit lain yang dibawa oleh hewan yang bernama bengamat ini. Sebuah fakta dari sudut medis, jika virus dipanas sampai 1000 Derajat Celcius, maka virus tersebut akan mati. Begitu juga penyebab hepatitis, Hepatitis biasanya terjadi karena virus terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan. Seperti hal kasus flu burung pada unggas, virus tersebut akan mati jika dipanaskan. Penyakit rabies merupakan pesan yang sering muncul dalam pesan iklan ini, mungkin kita bermain data kualitatif sampai sekarang dimana saja kasus di Kalimantan Tengah seseorang mati karena rabies oleh digigit kalong atau bengamat, jika ada memang bukti selain di gigit anjing, kera sebagai pembawa rabies terbanyak di Kalimantan Tengah bisa dibuktikan. Semua jenis virus akan mati jika dibakar atau dimasak dalam temperatur tinggi. Jangan jauh-jauh, ikan yang mentah/kurang masak, dapat menyebarkan virus dalam tubuh jika kita makan. Dengan demikian pesan iklan dari makan kalong adalah penyesatan publik. Dari sudut identitas Dayak adalah penhancuran Budaya Dayak dalam hal ini makanan yang memang kami miliki dan identitas kami selama ini sebagai orang Dayak. Seseorang dari luar dan bekerja di Kalimantan Tengah membawa pesan kebudayaan serta ideolognya sendiri mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsi orang Dayak adalah makanan yang ber-rabies, ber-penyakit, ber-hepatitis.

 

Identitas Dayak dari Makanan.

Identitas Dayak bukan sempit selalu masalah kesenian, Bahasa, desain arsitektur, tanah gambut dan keragaman vegetasinya, pengobatan. Salah satu yang dimiliki oleh Suku Dayak adalah makanan. Pemimpin kami yang bersuku Dayak sangat menyukai juhu rimbang, lauk patin, lauk papuyu, juhu taya dan banyak lagi jenis makanan yang diolah dari alam kalimantan. Kami juga pernah makan donat (makanan khas Negara Belanda), fizza (makanan khas Negara mexico), makanan jepang di campur dengan sake. Dan jenis-jenis makan yang dari kebudayaan belahan dunia lain. Begitu juga di manado, mereka memakan tikus hutan yang dibikin masakan pedas. Semua adalah identitas makanan yang di miliki suku-suku. Begitu juga kalong/bengamat. Makanan ini dimiliki oleh orang Dayak, diolah dan dimasak dengan benar maka menghasilkan makanan yang sangat lezat. Jika iklan radio yang isinya jangan memakan kalong sama saja dengan menghilangkan salah satu makanan yang selama ini dimakan oleh orang Dayak dengan dalih bahwa hewan tersebut mulai punah dan mengandung penyakit. Sama saja iklan yang dibuat dari kepala orang luar untuk penghancuran identitas dari sisi makanan yang selama ini kami miliki. Apakah dengan memakan kalong/bengamat menjadi jijik dan mengatakan dengan tegas bahwa identitas kami adalah sangat menjijikan.

 

Dari opini singkat ini, tentunya mempertanyakan kembali iklan dan acara yang isinya melarang memakan kalong disebuah radio swasta. Saya rasa KPID (komisi penyiaran Indonesia Daerah) Kalimantan Tengah bisa melakukan uji coba material terhadap efek kebudayaan, sosial, dan kesehatan dari berbagai sisi, jangan sampai dampaknya melahirkan politik iklan anti kebudayaan Dayak dan penghilangan identitas makanan Dayak secara signifikan. Jika memang menyinggung tentunya KPID berhak menhentikan acara dan iklan yang keidentitasan kebudayaan Dayak yang kami miliki selama ini.

 

 

Comments Off

Real Time Watch Monitoring Fireforest

universitas palangka raya memiliki koneksi inherent yang akan digunakan untuk transfer data real time monitoring firewatch.  pemanfaatan jaringan ini sangat menguntungkan bagi penelitian, pendidikan dan membangun daerah. pemantauan kebakaran hutan kerjasama dep. kehutanan Indonesia, Landgate Indonesia dan ICT inherent adalah sumbang sih bagi kemajuan unievsitas palangka raya terutama pengembangan ICT untuk pengunaan pemantauan kebakaran hutan. well. this project is very importand for my region.

Comments Off

Desain theme milik mahasiswaku

Keren juga mendesain wallpaper untuk project linux mereka di mata kuliah Sistem operasi.

owl.jpg

Comments Off

kenapa harus di potong

kenapa pohon - pohon di depan kampus harus di potong. tidak habis pikir saya. saya pernah berkunjung ke UNILA, UI, ITB, UGM, semua kampus dipenuhi pohon. bahkan di UNILA dengan rindangnya pohon dan kicauan burung membuat rasa nyaman kondisi sebuah kampus. jika di tembang, maka panaslah yang di dapat. kenapa tidak di rapikan saja. kenapa harus di potong habis. kemana konsep unpar sebagai kampus hijau dan lingkungan hidup. justru bertolak belakang.

Comments Off

membuat sistem linux

Sebuah kebanggan bagi saya, sewaktu mahasiswa bisa belajar, membuat serta praktek dari sistem linux. dari presentasi yang mereka buat, rata-rata desain menurut selera mereka yang memang secara pedagogi adalah sebuah karya menarik. karya secara kecerdasan multifungsi bagi kognitif, afektif dan pengetahuan.

memfungsikan seminar dalam pembelajaran, membuat mereka berbagi pengetahuan. alangkah senangnya melihat mahasiswa teknik universitas palangkaraya maju. mereka sudah bisa membuat distro sendiri. yah walaupun masih sederhana, ini patut di hargai kerja kerasnya.

pembelajaran sistem operasi secara holistik, dengan pendekatan interaksi manusia dan komputer, network, komunikasi jaringan sampai kepada multimedia. namun sayang belum menyentuh paket yang mereka bangun sendiri. sewaktu saat mereka akan bisa membuat paket sendiri dengan nama distro sendiri sebagai distribusi.

Comments Off

Sistem Linux dan Virus Lokal

yah… yang beginian. bikin virus supaya kelihatan hebat, tapi nyontek bukan dari karya sendiri. bikin virus seperti download film bokep saja. banyak kok source code yang beginian. apalagi cuma di otak atik di systemnya.  langkah paling mujarab pindah (migrasi) saja ke sistem linux. penyebaran virus itu mulai dari cara prilaku kita yang main pasang saja flashdisk ke periperal komputer atau download program yang sudah terinfeksi. yang beginian itu sudah lewat, baru saja heboh, kalau sudah heboh jadi ketagihan.  sedikit google, tidak perlu modal belajar 3 th di sekolah, sudah bisa. trend beginian sudah dari awal awal komputer mulai di Inonesia. dulu dikenal dengan denzuko virus boot record yang dibangun mengunakan asembler, kemudian bermunculan anti denzuko. wah rame deh. itulah jaman saya virus boot record. perkembang berikut menginfeksi file - file seperti .com dan .exe maraknya jenis virus file execution ini terjadi di tahun 1996. cara membuat antivirus pun banyak. jadi ingat majalah metrodata (apa masih ada ya) ini menyimpan seluruh info mengenai antivirus dan penangannannya. sekarang virus bisa di bikin dengan toolkit gampang sekali, belum lagi virus yang dibuat dengan bahasa pemrograman VB yang banyak ngetrend di kalangan pemula. peringatan penulis buku “jangan disebarkan” ya itulah pengen terkenal sih dan dibaca se-indonesia raya apalagi kalau bisa merusak sistem orang. kejahatan kan. tidak salah kok belajar itu, karena memang ada ilmu khusus namanya virulogi. migrasi saja ke linux minimal mengurangi kehilangan data-data anda.

Comments Off

Next »